Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang mengadakan kuliah tamu dengan tajuk “Peluang Indsutri Musik Digital” dengan mengajak salah satu pentolan band indie Malang Raya yakni Sambadha Wahyadyatmika. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari jum’at (24/5/2019) bertempat di ruang Seminar Gedung A.

Kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa DKV Personil Coldiac ini menjelaskan peluang industri musik di era milenial saat ini lebih dipermudah. “Kalau dulu kita pake konvensional pake Disctara, saya masih ingat pada tahun 2011-2012 pengen musik di radio lagunya, mencatat seluruh alamat dan sampai saya membuat recording sendiri. tetapi di era digital saat ini lebih dipermudah dengan menggunakan alamat email, dalam waktu 3 jam saja kita sudah tahu alamat radio di seluruh Indonesia.” Terangnya.

Kemudahan lainnya adalah lebih mempermudah promosi diri kita sendiri, Sambadha menjelaskan Coldiac bisa berkembang karena bantuan Spotify.

Berangkat dari 50 pendengar hingga 5000 pendengar. percaya musik bagus orang akan menemukan jalan untuk menemukan lagu bagus itu, semua balik ke karyanya masing-masing. karya visual bagus, nanti karya itu akan mendapatkan apa yang harus di dapatkan”.

Di era Milenial budaya konsumtif sangat bersahabat dengan kita, kita terus berusaha mencari suasana yang baru yang nantinya akan berpengaruh pada ekonomi.

Hal ini saya dapati ketika banyak anak milenial yang migrasi ke kota Malang, mereka haus akan hiburan, mereka mencari hiburan, nah dari hiburan ini nanti sponsor rokok bisa masuk, investor brand berperan dan berpengaruh di semua industri termasuk di industri seni, saya hanya ingin industri musik lebih bergairah terutama di Malang” Tuturnya.

Digital era hanya membantu mempercepat karya kita dibantu kenal orang, Namun dibalik kelebihan dan peluangnya, Industri Musik Digital ini memiliki kekurangan yakni persaingan ketat karena semua orang mampu memperkenalkan karyanya.

Musik jaman sekarang langsung tanpa basa-basi. penataan lagunya bisa lebih kreatif lagi misalnya chorus taruh depan, intri jangan panjang-panjang untuk menghindari orang skip lagu”

Di akhir kegiatan, Mahendra Wibawa, S.Sn, M.Pd Selaku Dosen Komunikasi Visual mengatakan “Melihat banyak potensi yang sangat beragam, karya visual dengan desain yang setengah-setengah di era milenial seperti ini pasti akan tersingkir. kalian dituntut untuk kreatif, sebagai akademisi dikenalkan dengan riset, anda harus melihat permintaan yang di inginkan masyarakat itu seperti apa. bukan ekspresinya dulu, permasalahannya di budaya konsumtif.