Memenangkan kompetisi video dari salah satu aplikasi Bistar yang dibuka untuk masyarakat se-Indonesia tak lantas membuat Toni Wahyudi, mahasiswa jurusan DKV STIKI Malang merasa tinggi hati. Meraih juara kedua dalam kompetisi ini justru membuat dirinya dan 3 kawannya mengambil banyak pelajaran.

Diantaranya adalah memahami dalam sebuah kontes, konsep produk yang harus dibawakan harus benar-benar dipikirkan secara dalam dan matang.

“Lebih dig deeper lagi aja sih dari tema yang dikasih itu. Jangan sampai benar-benar mengambil mentah tema yang diberikan. Inovasi dan kreativitas disitu diuji,” ungkap Toni ditemui wartawan.

Dari tema yang diberikan oleh penyelenggara, yakni ‘Bistar itu Beda’ ia menceritakan dalam videonya bahwa Bistar ini memang benar-benar fokus dalam menangani polusi dan kemacetan di jalan. Dengan mengambil pemeran dari teman-teman dan saudara sendiri, akhirnya video ini berhasil menyabet juara 2.

“Pesaing kami sekitar 1000 tim se-Indonesia. Dari situ kami belajar banyak tentang esensi sebuah film pendek,”. Terangnya.

Kedepannya ia ingin lebuh fokus untuk membuat film indie. Namun ia tidak ingin seni sebuah film dipengaruhi oleh tema dari sebuah kompetisi.