Sekolah tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang kali ini kembali menggelar workshop dengan tajuk “STEM Powertech in Creativity” dengan menghadirkan Dosen Post Doctoral yang berasal dari National Taiwan Normal University.

Acara yang diselenggarakan Selama dua hari pada tanggal 16-17 Oktober pukul 08.00-17.00 bertempat di Aula gedung E lantai 2 Jl. Raya Tidar 100 Malang ini menghadirkan Narasumber Chi-Ruei Tsai, Ph.D selaku Taiwan Creativity Association yang akan memberikan edukasi mengenai Metode Pembelajaran STEM.

STEM merupakan model pembelajaran yang diperkenalkan pertama oleh Amerika. STEM merupakan kepanjangan dari Science, Technologhy, Engineering, dan Mathematics. Di Taiwan sendiri, kurikulum pembelajaran mulai diintegrasikan dengan kurikulum STEM dan membuat siswa sebagai pusat kegiatan belajar.

“Tujuan Workshop ini selain memberikan edukasi mengenai metode pembelajaran STEM, saya ingin mengajak dan mempersiapkan siswa dan Guru untuk mempersiapkan diri dan mengikuti Kejuaraan Lomba Internasional di Taiwan pada akhir Tahun Desember nanti. Kali ini peserta Workshop membuat inovasi berupa tiruan hewan berkaki empat seperti Macan, Singa, Anjing dan Kucing. ” Terang Chi Rue Tsai.

Selama kegiatan Workshop berlangsung, seluruh peserta yang berasal dari perwakilan Murid dan Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Malang Raya ini nampak sangat antusias mengikuti materi yang diberikan oleh mahasiswa berasal dai Taiwan tersebut. Mereka mengikuti setiap arahan demi arahan dari Chi Ruei Tsai untuk membuat inovasi baru dengan menggunakan metode pembelajaran STEM.

“Sebagai sebuah tren metode pembelajaran STEM, Siswa dituntut untuk menjadi pemecah masalah, penemu, berpikir logis dan harus menguasai teknologi, dan kedepannya dirasa mampu menghubungkan pendidikan STEM dengan dunia kerjanya”. Terang salah satu peserta Workshop.

Perlu diketahui, di Indonesia, melalui kerjasa dengan USAID (United States Agency for International Development), mulai mencoba mengembangakn model pembelajaran berbasis STEM. Penelitian yang dilakukan oleh Suwarma pada tahun 2015 telah membuktikan metode pembelajaran STEM dengan mata pelajaran IPA.

Siswa diminta untuk merancang mobil bertenaga balon sebagai media pembelajaran dalam memahami konsep gerak lurus beraturan. Hasil yang diperoleh siswa menjadi termotivasi dan terlibat langsung dalam proses pembuatanyya. Dengan adanya kegiatan ini secara tidak langsung meningkatkan prestasi peserta didik.